Thursday, September 12, 2019

FIREWALL BASED OSI LAYER


Cara kerja Firewall
   Pada dasarnya merupakan penghalang komputer dan internet . Firewall adalah sebuah progran perangkat lunak / perangkat keras yang menyaring informasi yang datang melalui internet ke komputer pribadi / jaringan pribadi

Fungsi Firewall
  -Mengontrol dan mengawasi paket data yang mengalir di jaringan
  -Melakukan pemeriksaan terhadap paket data yang akan melewati jaringan
  -Melakukan autetinfikasi terhadap akses
  -Memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data
  -Mencatat setiap transaksi kejadian yang terjadi di Firewall

Hubungan antara Osi Layer dengan Firewall
  Terdapat tipe firewall yang ada hubungannya dengan Osi Layer yaitu tipe Application level gateway, dikenal dengan sebutan proxy server yang berfungsi untuk memperkuat arus aplikasi . Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan Layer Aplikasi pada model OSI seperti : ftp, httpd, dll. Firewall bekerja pada bagian Layer Network Osi Layer .

Arsitektur Firewall


Arsitektur Firewall
1.      Arsitektur dual-homed host
Arsitektur ini dibuat di sekitar komputer dual-homed host, yaitu komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. Untuk mengimplementasikan tipe arsitektur dual-homed host, fungsi router pada host ini di non-aktifkan. Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host, tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.
2.      Arsitektur screened host
Arsitektur ini menyediakan service dari sebuah host pada jaringan internal dengan menggunakan router yang terpisah. Pengamanan pada arsitektur ini dilakukan dengan menggunakan paket filtering.
Tiap sistem eksternal yang mencoba untuk mengakses sistem internal harus berhubungan dengan bastion host. Bastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi. Bastion host berada dalam jaringan internal.
3.      Arsitektur screened subnet
Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada arsitektur screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan parameter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan internet.
Jaringan perimeter mengisolasi bastion host sehingga tidak langsung terhubung ke jaringan internal. Arsitektur ini yang paling sederhana memiliki dua buah screening router, yang masing-masing terhubung ke jaringan parameter. Router pertama terletak di antara jaringan parameter dan jaringan internal, dan router kedua terletak diantara jaringan parameter dan jaringan eksternal (biasanya internet).


karakteristik firewall



Beberapa karakteristik dari firewall

1. Firewall harus lebih kuat dan kebal terhadap serangan luar. Hal ini berarti bahwa Sistem Operasi akan relatif lebih aman dan penggunaan sistemnya dapat dipercaya.
2. Hanya aktivitas atau kegiatan yang dikenal/terdaftar saja yang dapat melewati atau melakukan hubungan. Hal ini dilakukan dengan menyetting policy pada konfigurasi keamanan lokal.
3. Semua aktivitas atau kegiatan dari dalam ke luar harus melewati firewall. Hal ini dilakukan dengan membatasi atau memblok semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali jika melewati firewall terlebih dahulu.

Firewall ini berjalan pada satu host atau lebih, dan firewall ini terdiri dari beberapa komponen software. Firewall sendiri mempunyai empat tipe, yaitu Screened Subnet Firewall, Screened Host Firewall, Dual-homed Gateway Firewall, dan Packet-filtering Firewall. Berikut penjelasannya :

1. Screened Subnet Firewall ini menyediakan keamanan yang sangat baik dan sangat tinggi daripada tipe firewall lainnya, karena membuat Demilitarized Zone (DMZ) diantara jaringan internal dan jaringan eksternal.
2. Screened Host Firewall ini terdiri dari sebuah bastion host (host yang berupa application level gateway) dan dua router packet filtering.
3. Dual-homed Gateway Firewall ini sedikitnya memiliki dua IP address dan dua interface jaringan dan apabila ada serangan dari luar dan tidak dikenal maka akan diblok.
4. Packet-filtering Firewall ini terdiri dari router diantara jaringan internal dan eksternal yang aman. Tipe ini untuk menolak dan mengijinkan trafik.

Teknologi Firewall


TEKNOLOGI FIREWAL
Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.
Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewallmenjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun 
Jenis-jenis Firewall
Taksonomi Firewall
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut
Fungsi Firewall
Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Mengatur dan Mengontrol Lalu lintas jaringan
Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh firewall adalah firewall harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh firewall. Firewall melakukan hal yang demikian, dengan melakukan inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil inspeksi paket dan koneksi tersebut.
1. Packet Filtering: Firewall jenis ini memfilter paket data berdasarkan alamat dan opsi-opsi
yang sudah ditentukan terhadap paket tersebut. Ia bekerja dalam level IP paket data dan
membuat keputusan mengenai tindakan selanjutnya (diteruskan atau tidak diteruskan)
berdasarkan kondisi dari paket tersebut. Firewall jenis ini terbagi lagi menjadi tiga subtipe:
Static Filtering: Jenis filter yang diiplementasikan pada kebanyakan router, dimana
modifikasi terhadap aturan-aturan filter harus dilakukan secara manual.


Dynamic Filtering: Apabila proses-proses tertentu di sisi luar jaringan dapat
merubah aturan filer secara dinamis berdasarkan even-even tertentu yang diobservasi
oleh router (sebagai contoh, paket FTP dari sisi luar dapat diijinkan apabila
seseorang dari sisi dalam me-request sesi FTP).
Stateful Inspection: Dikembangkan berdasarkan teknologi yang sama dengan
dynamic filtering dengan tambahan fungsi eksaminasi secara bertingkat berdasarkan
muatan data yang terkandung dalam paket IP.
Baik dynamic maupun stateful filtering menggunakan tabel status (state table) dinamis yang
akan membuat aturan-aturan filter sesuai dengan even yang tengah berlangsung.
2. Circuit Gateways: Firewall jenis ini beroperasi pada layer (lapisan) transpor pada network,
dimana koneksi juga diautorisasi berdasarkan alamat. Sebagaimana halnya Packet Filtering,
Circuit Gateway (biasanya) tidak dapat memonitor trafik data yang mengalir antara satu
network dengan network lainnya, tetapi ia mencegah koneksi langsung antar network.
3. Application Gateways: Firewall tipe ini juga disebut sebagai firewall berbasis proxy. Ia
beroperasi di level aplikasi dan dapat mempelajari informasi pada level data aplikasi (yang
dimaksudkan disini adalah isi [content] dari paket data karena proxy pada dasarnya tidak
beroperasi pada paket data). Filterisasi dilakukan berdasarkan data aplikasi, seperti perintah-
perintah FTP atau URL yang diakses lewat HTTP. Dapat dikatakan bahwa firewall jenis ini
“memecah model client-server”.
4. Hybrid Firewalls: Firewall jenis ini menggunakan elemen-elemen dari satu atau lebih tipe
firewall. Hybrid firewall sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Firewall komersial yang
pertama, DEC SEAL, adalah firewall berjenis hybrid, dengan menggunakan proxy pada
sebuah bastion hosts (mesin yang dilabeli sebagai “gatekeeper” pada gambar 1) dan packet
filtering pada gateway (“gate”). Sistem hybrid seringkali digunakan untuk menambahkan
layanan baru secara cepat pada sistem firewall yang sudah tersedia. Kita bisa saja
menambahkan sebuah circuit gateway atau packet filtering pada firewall berjenis
application gateway, karena untuk itu hanya diperlukan kode proxy yang baru yang ditulis
untuk setiap service baru yang akan disediakan. Kita juga dapat memberikan autentifikasi
pengguna yang lebih ketat pada Stateful Packet Filer dengan menambahkan proxy untuk
tiap service.
Apapun basis teknologi yang digunakan, sebuah firewall pada dasarnya berlaku sebagai sebuah
gateway yang terkontrol di antara dua atau lebih network dimana setiap trafik harus melewatinya.
Sebuah firewall menjalankan aturan sekuriti dan meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri.


Konfigurasi Firewall pada Ubuntu/Debian
A. Blok Incoming Packet
Pada keadaan default, aplikasi IpTables telah terinstall secara otomatis saat kita menginstall system operasi Debian. Tinggal kita konfigurasi saja.
• Blok Ip yang Masuk,
iptables –A INPUT –s 192.168.10.1 –j DROP
• Blok Subnet yang Masuk,
iptables –A INPUT –s 192.168.10.0/24 –j DROP
• Blok Interface yang Masuk,
iptables –A INPUT –o eth0 –j DROP
B. Blok Outgoing Packet
Diatas adalah beberapa konfigurasi untuk memblokir paket yang masuk, dan berikut di bawah untuk memblokir paket yang keluar.
• Blok Ip yang Keluar,
iptables –A OUTPUT –d 192.168.10.1 –j DROP
C. Blok Specified Port
Dalam pembahasan selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi pemblokiran pada port protocol tertentu. Sebelumnya, anda harus mengetahui terlebih dahulu, nama protocol beserta port yang sering digunakan. Komputer kita terdapat kurang lebih 35.000 nomor port. Dan berikut port-port yang sering dipakai.
a) FTP (21)
b) SSH (22)
c) TELNET (23)
d) SMTP (25)
e) DNS (53)
f) TFTP (69)
g) HTTP (80)
h) POP3 (110)
i) IMAP (143)
j) HTTPS (443)
Sebagai permisalan, disini saya akan memblokir port FTP agar tidak bisa diakses.
• Blok Port yang Masuk,
iptables –A INPUT –p tcp –-dport 21 –j DROP
• Blok dari Subnet tertentu,
iptables –A INPUT –s 192.168.10.0/24 –p tcp –-dport 21 –j DROP
D. Allow Specified Port Only
Diatas adalah beberapa konfigurasi untuk memblokir, dan berikut jika kita mengijinkan Ip Tertentu saja yang bisa mengakses protocol tersebut.
• Ijinkan Ip tertentu,
iptables –A INPUT –s 192.168.10.7 –j ACCEPT
• Ijinkan Interface tertentu untuk mengakses FTP,
iptables –A INPUT –o eth1 –p tcp -–dport 21 –j ACCEPT


FUNGSI DAN PERKEMBANGAN FIREWALL


Fungsi Firewall
Komputer memiliki ribuan port yang dapat diakses untuk berbagai keperluan.
Firewall komputer bertugas menutup port-port tersebut kecuali beberapa port yang perlu tetap terbuka.
Firewall di komputer bertindak sebagai garis pertahanan pertama dalam mencegah semua jenis hacking.
Hacker umumnya bekerja dengan berusaha menembus ke dalam jaringan komputer melalui port yang terbuka.
Selain itu, terdapat pula berbagai kegunaan lain dari firewall sebagai berikut:
☛ Firewall berguna menjaga informasi rahasia dan berharga agar tidak keluar tanpa diketahui oleh pengguna.
Sebagai contoh, lalu lintas FTP (File Transfer Protocol) jaringan komputer suatu organisasi umumnya dikendalikan oleh firewall.
Hal ini dilakukan untuk mencegah pengguna di jaringan mengirim file rahasia baik secara sengaja atau tidak sengaja kepada pihak lain.
☛ Filter firewall juga digunakan untuk mencegah lalu lintas tertentu mengalir ke subnet jaringan.
Hal ini berguna untuk mencegah pengguna dari berbagi musik dan bermain game di jaringan. Aplikasi jenis ini berguna terutama di sektor korporasi.
☛ Kegunaan penting lain dari firewall adalah untuk memodifikasi paket data yang datang melalui firewall.
Proses ini disebut Network Address Translation (NAT). Ada jenis NAT yang disebut sebagai basic NAT di mana private IP (Internet Protocol) address suatu jaringan komputer disembunyikan di balik satu IP address.
Proses ini disebut sebagai IP masquerading yang membantu pengguna dalam sebuah jaringan yang terdiri dari sistem tanpa public IP address untuk mengakses Internet.
☛ Akurasi data seperti informasi keuangan, spesifikasi produk, harga produk sangat penting untuk kelangsungan setiap bisnis.
Jika informasi tersebut diubah oleh sumber eksternal, hal ini dapat mengakibatkan runtuhnya bisnis perusahaan. Firewall mencegah modifikasi data situs web oleh pihak tak berwenang.
Perkembangan Firewall
Teknologi firewall saat ini telah sangat canggih. Sebelumnya, firewall bekerja dengan menyaring lalu lintas jaringan menggunakan IP address, nomor port, dan protokol. Namun saat ini firewall dapat menyaring data dengan mengidentifikasi konten secara langsung.
Dengan bantuan firewall, informasi sensitif dapat dicegah tersebar ke pihak luar. Firewall merupakan aset berharga untuk sebuah organisasi sehingga harus dikonfigurasi secara benar.[]


PRINSIP DAN CARA KERJA FIREWALL


Apa Itu Server Firewall ??

server Firewall adalah sebuah firewall atau keamanan jaringan yang melindungi server dari berbagai jenis ancaman jaringan yang juga dapat membatasi , menyaring atau  menolak akses pengguna jaringan dalam mengkases situs/konten tertentu di dalam sebuah jaringan ketika mengakses server tersebut.


Prinsip Kerja Server Firewall

Firewall bekerja dengan cara menyaring lalu lintas komputer dengan menggunakan alamat IP, protokol, dan juga nomor port. Dengan begitu, Firewall mampu menyaring data yang masuk dengan mengidentifikasi isi pesan yang masuk ke komputer kita. Selai itu, Firewall juga dapat mengatur lalu lintas perpindahan data komputer dan internet menggunakan salah satu atau gabungan dari beberapa metode.


Cara kerja Server Firewall

1. Ketika anda akan menggunakan akses internet ke dalam komputer anda, maka ada baiknya anda menyalakan terlebih dahulu firewall pada komputer anda. apabila komputer anda menggunakan sistem operasi windows, maka berikut ini adalah langkah – langkah untuk mengaktifkan firewall pada komputer anda dengan mudah.
2. Buka control panel pada komputer anda, dengan cara klik Start, kemudian pilih Control Panel
3.  Pilih menu Windows Firewall pada jendela Control Panel
4.  Kemudian, jendela konfigurasi dari Windows Firewall akan terbuka
5.  Pada jendela Windows Firewall, pilih tab Change Notification Settings
6. Pada tab Notification Settings, anda akan mendapati beberapa jaringan yang sudah pernah terhubung dengan komputer anda, dan jaringan yang bisa terhubung dengan komputer anda
7.  Kemudian, pilih option button bertuliskan Turn On Windows Firewall, kemudian centang pilihan Notify Me When Windows Firewall Block a New Program
8.  Dengan melakukan konfigurasi tersebut, maka Windows Firewall anda pun sudah aktif, dan bisa digunakan.


Friday, August 30, 2019

Definisi FIREWALL


1.                Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer dari beberapa jenis serangan dari komputer luar. atau definisi lain Firewall yaitu suatu system yang mengendalikan aliran traffic antara jaringan satu dengan jaringan lainnya dan memberikan suatu mekanisme untuk melindungi hosts terhadap ancaman yang berhubungan dengan jaringan.
           Firewall dapat dibedakan berdasarkan cara kerjanya dan ada 4 jenis firewall yaitu :
·         Packet Filtering Gateway :
dapat diartikan sebagai firewall yang bertugas melakukan filterisasi terhadap paket-paket yang datang dari luar jarigan yang dilindunginya. Filterirasi paket ini hanya terbatas pada sumber paket, tujuan paket, dan atribut-atribut dari paket tersebut, misalnya paket tersebut bertujuan ke server kita yang menggunakan alamat IP 202.51.226.35 dengan port 80. Port 80 adalah atribut yang dimiliki oleh paket tersebut. Seperti yang terlihat pada gambar 11.4, firewall tersebut akan melewatkan paket dengan tujuan ke Web Server yang menggunakan port 80 dan menolak paket yang menuju Web Server dengan port 23. Bila kita lihat dari sisi arsitektur TCP/IP, firewall ini akan bekerja pada layer internet. Firewall ini biasanya merupakan bagian dari sebuah router firewall. Software yang dapat digunakan untuk implementasi packet filtering diantaranya adalah iptables dan ipfw.
·         Application Layer Gateway :
Model firewall ini juga dapat disebut Proxy Firewall. Mekanismenya tidak hanya berdasarkan sumber,Mekanisme lainnya yang terjadi adalah paket tersebut tidak akan secara langsung sampai ke server tujuan, akan tetapi hanya sampai firewall saja. Selebihnya firewall ini akan membuka koneksi baru ke server tujuan dan atribut paket, tapi bisa mencapai isi (content) paket tersebut. tujuan setelah paket tersebut diperiksa berdasarkan aturan yang berlaku. Bila kita melihat dari sisi layer TCP/IP, firewall jenis ini akan melakukan filterisasi pada layer aplikasi (Application Layer).
·         Circuit Level Gateway : Model firewall circuit level gateway ini bekerja pada bagian Lapisan Transport model referensi TCP/IP. Firewall ini akan melakukan pengawasan terhadap awal hubungan TCP yang biasa disebut sebagai TCP Handshaking, yaitu proses untuk menentukan apakah sesi hubungan tersebut diperbolehkan atau tidak. Bentuknya hampir sama dengan Application Layer Gateway, hanya saja bagian yang difilter terdapat ada lapisan yang berbeda, yaitu berada pada layer Transport.
·         Statefull Multilayer Inspection Firewall : Model firewall ini merupakan penggabungan dari ketiga firewall sebelumnya. Firewall jenis ini akan bekerja pada lapisan Aplikasi, Transport dan Internet. Dengan penggabungan ketiga model firewall yaitu Packet Filtering Gateway, Application Layer Gateway dan Circuit Level Gateway, mungkin dapat dikatakan firewall jenis ini merupakan firewall yang,memberikan fitur terbanyak dan memberikan tingkat keamanan yang paling tinggi.
Berikut merupakan beberapa topologi dari firewall adalah sebagai berikut :
·         A Simple Dual – Homed Firewallfirewall_topologies-1
·         A Two – Legged Network With a Full Exposed DMZ
firewall_topologies-2
firewall_topologies-2.2
·         The Three – Legged Firewall
firewall_topologies-3

     Perbedaan Firewall Network dengan Aplikasi yaitu Network Firewall merupakan Firewall yang berperan untuk melindungi seluruh komputer yang terkoneksi di dalam jaringannya. Umumnya Firewall ini terdapat pada Router di dalam jaringan ataupun Server yang terinstal software khusus seperti IPTables untuk GNU/Linux. Pada Router, seorang administrator dapat mengkonfigurasi Router-nya untuk melindungi jaringan di dalamnya. Firewall juga dapat menghalau paket data virusyang akan masuk ke dalam jaringan. Sedangkan Aplikasi firewall adalah bentuk firewall yang mengontrol input, output, dan / atau akses dari, untuk, atau dengan aplikasi atau layanan. Beroperasi dengan memantau dan berpotensi menghalangi panggilan input, output, atau layanan sistem yang tidak memenuhi kebijakan dikonfigurasi firewall. Aplikasi firewall biasanya dibangun untuk mengontrol semua lalu lintas jaringan pada setiap lapisan OSI sampai ke lapisan aplikasi. Hal ini dapat mengontrol aplikasi atau layanan khusus, seperti firewall jaringan stateful, yang – tanpa software tambahan – tidak dapat mengontrol lalu lintas jaringan mengenai aplikasi tertentu. Ada dua kategori utama dari aplikasi firewall, berbasis jaringan firewall aplikasi dan berbasis host firewall aplikasi.
      Definisi Proxy squid dan iptables adalah sebagai berikut :
·         Squid adalah software publik domain berbasis UNIX. fungsi dari squid adalah meng-‘cache’ atau menyimpan data yang diminta oleh pengguna (komputer client) biasanya berupa web pages dan FTP. Platform UNIX yang di support oleh Squid adalah FreeBSD, BSDI, Digital Unix, Irix, Linux, Solaris dan SunOs. Tidak semua data bisa di cache oleh Squid, data-data yang bersifat dinamik seperti CGI-BIN tidak di cache oleh Squid, jadi tiap kali ada permintaan CGI-BIN, maka Squid akan menghubungi langsung server tujuan. Saat ini protokol yang bisa dilayani oleh Squid adalah HTTP, FTP, Gopher, dan Wais.
·         IPTABLES adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter (penyaringan) terhadap (trafic) lalulintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalulintas data. Dengan iptables inilah kita akan mengatur semua lalulintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang sekedar melewati komputer kita. Command, command dan rule yang dipasang pada iptables (firewall) memiliki ketentuan. Pada dasarnya iptables pada komputer dianggap sebagai TABEL IP sesuai dengan namanya. System hanya akan menjalan rule yang ada pada tabel. Sedangkan rule yang sudah ada pada iptables juga dapat di hapus atau di replace dengan rule lain. Berikut beberapa command untuk penambahan, penghapusan dan operasi sejenisnya yang akan diperlakukan terhadap rule.
2.    Software Firewall
·         Zone Alarm Pro Firewall : ZoneAlarm Free Firewall adalah firewall gratis yang paling populer dan termasuk firewall gratis terbaik versi PG. Firewall ini mampu melindungi komputer kamu dari hacker atau spyware yang mencoba mencuri data di komputer kamu melalui internet. Fitur tambahan yang dimiliki ZoneAlarm Free Firewall adalah adanya Security Toolbar yang bisa memberikan informasi keamanan tentang situs yang kamu kunjungi, hasil pencarian search engine yang aman, dll.
index.jpg
·         PC Tools Firewall Plus : adalah sebuah teknologi canggih yang dirancang khususnya untuk pengguna umum –Tidak hanya untuk Ahli. Secara otomatis, Firewall Plus mengaktifkan sebuah Pencegahan dan perlindungan terhadap serangan yang kuat. Disamping itu user dapat men-setting sendiri aturan packet filtering canggih, termasuk dukungan IPv6, untuk menyesuaikan jaringan pertahanan terbaik. Yang perlu Anda lakukan hanya menginstal Firewall Plus dan secara otomatis tools ini akan memberikan perlindungan maksimum buat PC anda
.index1
·         Windows Xp Firewall Port & Application Manager
728px-Block-a-Program-With-Windows-Firewall-Step-3-Version-2
·         Norton Internet Security
index2
·         prevx I 2.0.15 build 6
Prevx-CSI-Free-Malware-Scanner_2

3. Hardware Firewall
·         firewall astaro
2946241.png
·         firewall cisco asa
ASA5510-K8-New-Cisco-ASA-5510-VPN.jpg
·         firewall barracuda
download.png
·         firewall fortinet
FG-1500DT-Fortinet-FortiGate-1500DT-Firewall.jpg


STUDI KASUS ROUTING STATIC + SUBNETTING VLSM


STUDI KASUS ROUTING STATIC + SUBNETTING VLSM

Sebuah perusahaan terdiri dari 3 lantai dan ingin membangun sebuah jariungan perlantainya dengan ketentuan:
a. Lantai 1 = 10 host
b. Lantai 2 = 20 host
c. Lantai 3 = 10 host
Dengan topologi dibawah ini, buatlah suatu jaringan perusahaan tersebut dengan menggunakan routing static dengan IP localnya 192.168.2.0/27.
1. Subnetting VLSM
192.168.2.0/27
 Range Host
Lanti 2 = 20 Host ; 25  – 2 = 32 – 2 = 30 Host
Lanti 1 = 10 Host ; 24  – 2 = 16 – 2 = 14 Host
Lanti 3 = 10 Host ; 24  – 2 = 16 – 2 = 14 Host
Bit Network
Lantai 2 = 20 Host ; 32 – 5 = /27
Lantai 1 = 10 Host ; 32 – 4 = /28
Lantai 3 = 10 Host ; 32 – 4 = /28
Blok Subnet
Lantai 2 = 20 Host ; 256 – (/27) ; 256 – 224 = 32
Lantai 1 = 10 Host ; 256 – (/28) ; 256 – 240 = 16
Lantai 3 = 10 Host ; 256 – (/28) ; 256 – 240 = 16
Nama Network
Subnet
Range Host
Broadcast
Lantai 2
192.168.2.0/27
192.168.2.1 – 192.168.2.30
192.168.2.31
Lantai 1
192.168.2.32/28
192.168.2.33 – 192.168.2.46
192.168.2.47
Lantai 3
192.168.2.48/28
192.168.2.49 – 192.168.2.62
192.168.2.63
Di dapat IP masing – masing untuk PC dan Router.
Device
Interface
IP Address
Subnet Mask
Default Gateway
Router Lt.1
Fa0/0
192.168.2.33
255.255.255.240
N/A
Se0/0/0
192.168.4.1
255.255.255.0
N/A
Router Lt.2
Fa0/0
192.168.2.1
255.255.255.224
N/A
Se0/0/0
192.168.3.2
255.255.255.0
N/A
Se0/0/1
192.168.4.2
255.255.255.0
N/A
Router Lt.3
Fa0/0
192.168.2.49
255.255.255.240
N/A
Se0/0/0
192.168.3.1
255.255.255.0
N/A
PC0-PC4
NIC
192.168.2.34 – 192.168.2.39
255.255.255.240
192.168.2.33
PC5-PC9
NIC
192.168.2.2 – 192.168.2.6
255.255.255. 224
192.168.2.1
PC10-PC14
NIC
192.168.2.50 – 192.168.2.54
255.255.255.240
192.168.2.49
Setelah semua mendapat IP, maka kita lanjuk ke konfigurasi Router Static, disini saya menggunakan Aplikasi Packet Tracer dalam konfigurasinya.
2. Konfigurasi:
Router Lt.1
RouterLt1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.224 192.168.4.2
RouterLt1(config)# ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 Serial0/0/1
RouterLt1(config)# ip route 192.168.2.48 255.255.255.240 Serial0/0/0
Router Lt.2
RouterLt2(config)# ip route 192.168.2.32 255.255.255.240 192.168.4.1
RouterLt2(config)# ip route 192.168.2.48 255.255.255.240 Serial0/0/0
Router Lt.3
RouterLt1(config)# ip route 192.168.2.32 255.255.255.240 192.168.4.1
RouterLt1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.224 Serial0/0/0
RouterLt1(config)# ip route 192.168.4.0 255.255.255.0 Serial0/0/0
Setelah selesai konfigurasi, maka kita tes hasilnya.
Hasil ping dari PC0 Router Lt.1 ke PC5 Router Lt.2
2
Hasil ping dari PC6 Router Lt.2 ke PC10 Router Lt.3
3
Hasil ping dari PC12 Router Lt.3 ke PC1 Router Lt.1
4 

DMZ (Demilitarized Zone)

DMZ adalah kependekan dari Demilitarized Zone, suatu area yang digunakan berinteraksi dengan pihak luar. Dalam hubungannya dengan jaringan...